Banyak Perusahaan Belum Sadar Cyber Security

Masih banyak perusahaan atau korporat di Indonesia yang belum sadar pentingnya keamanan siber atau Cyber Security. Hal ini diakui oleh Chairman & Founder Indonesia Cyber Security Forum, Ardi Sutedja K.

“Banyak perusahaan masing menggangap cyber security sebagai biaya, bukan investasi,” kata Ardi dalam diskusi terbatas di Jakarta, Senin (11/4/2016). Menurutnya, semakin besar reputasi suatu perusahaan pastinya dibarengi dengan semakin besarnya ancaman keamanan siber yang dihadapi.

Para pelaku bisnis belum menyadari bahwa data yang mereka miliki adalah aset yang sangat berharga, dan masih menganggapnya sebagai biaya tambahan ketika ingin membangun sebuah perusahaan.

Ardi juga menambahkan, investasi yang tergolong serius pada sebuah keamanan siber perusahaan memang tidak pernah murah. “Minimal investasi 30 persen dari CAPEX, tetapi itu hanya di awal,” katanya.

Bukan hanya soal investasi di infrastruktur demi menciptakan sistem keamanan yang mumpuni, perusahaan juga perlu berinvestasi di karyawan. “Investasinya lebih mahal untuk karyawan yang kompeten, bukan di teknologinya.”

Ia menyarankan, jika perusahaan tidak memiliki dana yang cukup untuk membangun sistem keamanan yang memadai, salah satu cara untuk menutupi kekurangan ini adalah menjalin kerja sama perusahaan yang sudah ahli, salah satunya adalah penyedia layanan cloud. Alasannya, keamanan adalah salah satu tuntutan utama yang harus dimiliki oleh penyedia layanan komputasi awan.

“Menjalin kerja sama dengan penyedia cloud bisa mengurangi risiko, daripada harus ditanggung sendiri,” tambahnya.

Sumber berita: teknologi.metrotvnews.com

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?