Dunia terguncang! Pemerintah Tiongkok kembali menyerang Amerika.

Kamis 04 Oktober 2018 lalu, dunia diguncangkan dengan berita pembobolan akses server Amerika yang dilakukan oleh peretas yang berasal dari Tiongkok. Sebanyak 30 perusahaan besar tercatat menjadi target termasuk diantaranya Apple inc dan Amazon. Aksi peretasan ini pertama kali diketahui saat sebuah chip yang tidak tertulis dalan blueprint ditemukan pada salah satu unit server. Chip yang ditemukan dalam server tersebut ditanamkan pada motherboard menyerupai komponen-komponen normal lainnya sehingga sulit untuk dibedakan.


Baca Juga :

Chip yang berukuran sangat kecil tersebut diduga berasal dari Tiongkok. Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak berwenang, chip tersebut dipasang oleh intel dari Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok saat proses pembuatan server. Pihak intel Amerika mengusut chip tersebut berasal dari perusahaan sub-kontrak yang membuat motherboard server yakni Super Micro Computer inc (Supermicro). Diduga seseorang yang mengaku sebagai perwakilan dari pemerintah menghampiri manager perusahaan dan menyogok agar chip tersebut dipasang di motherboard. Supermicro merupakan perusahaan IT yang didirikan oleh pengusaha Taiwan-Amerika di San Jose, California tahun 1993. Supermicro memang dikenal sebagai perusahaan yang memiliki banyak relasi dengan Tiongkok.

Kasus peretasan ini bukan kasus yang terjadi pertama kali. Januari 2010 Google melaporkan serangan atas infrastruktur perusahaan yang diduga berasal dari Tiongkok, setidaknya akun Gmail dari dua aktivis HAM telah diretas dan beberapa instansi pemerintah yang terhubung melalui Google juga terkena dampaknya. Tercatat 34 perusahaan termasuk Northrop Gumman dan Yahoo juga menjadi korban kasus ini. Tahun 2014 U.S Airlines diserang oleh peretas yang diduga dibiayai oleh Tiongkok, kasus serupa juga terjadi di U.S Office of Personal Management tahun 2015.


Klik gambar untuk informasi

Kasus peretasan melalui perangkat keras ini bisa menjadi pengingat bagi Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam memilih perangkat keras. Berbeda dengan kasus-kasus peretasan sebelumnya seperti peretasan situs kartu perdana maupun rumah sakit, peretasan melalui perangkat keras dapat membuka backdoor yang hampir tidak mungkin bisa dilacak. Beberapa hal yang bisa dilakukan dari pemerintah diantaranya adalah dengan menerapkan wajib standarisasi bagi setiap instansi pemerintah maupun swasta. Dengan standarisasi diharapkan keamanan informasi menjadi lebih baik dan mengurangi kejahatan dunia maya.

Source : Naima Amaliah – Konsultan Proxsis IT

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

Open chat