Hacktivist Retas Akun Email Direktur CIA

Hacktivist yang mengaku pendukung negara Palestina berhasil meretas akun pribadi milik direktur CIA, John Brennan. Tidak hanya itu, hacktivist pun menyatakan telah mengakses secara ilegal akun ComCast milik sekjen Homeland Security, Jeh Johnson. Seperti yang dilansir dari CNN Money, hacktivist tersebut mengakui bahwa aksi tersebut adalah bentuk bagian dari protes mereka yang tidak setuju dengan kebijakan luar negeri khususnya dukungan mereka terhadap musuh abadi Palestina, Israel.

“Pemerintah AS mendukung Israel dan negara tersebut membantai orang-orang yang tidak bersalah di Palestina,” tegas hacktivist tersebut. Beberapa dokumen pribadi Brennan dipastikan terekspos oleh aksi peretasan itu. Hal ini menjadi pukulan telak bagi Brennan. Pasalnya, bukan hanya dokumen pribadi miliknya yang terekspos, sejumlah nama kolega dan alamat email mereka ikut tercuri pula.

Dokumen sensitif yang berhasil dicuri oleh hacktivist adalah nomor jaminan sosial, alamat rumah dan nomor telepon yang berhasil diretas hacktivist dari kotak masuk milik Brennan. Sejumlah pakar keamanan pun mempertanyakan tujuan Brennan yang menyimpan nomor jaminan sosialnya di kotak masuk email pribadi. Seorang pakar keamanan mengatakan, “Jangan pernah menyimpan nomor jaminan sosial di kotak masuk. Terlebih lagi mengirimkannya via email. Tidak ada yang bisa menjamin keamanannya.”

Identitas dari hacktivist tersebut masih samar. Walaupun begitu, New York Post berhasil mewawancaraihacktivist tersebut. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, hacktivist itu mengaku sebagai warga kulit putih dari AS. “Saya hanya seorang remaja berusia di bawah 22 tahun dan membenci pemerintah,” tegas hacktivisttersebut. Hacktivist itu mengatakan juga bahwa email yang dimiliki oleh Brennan dan Johnson sangatlahvulnerable.

“Saya berhasil mengakses kedua email tersebut semudah membalikkan tangan,” tandas hacktivist. “Tingkat kesulitan untuk meretas email tersebut dari skala nol sampai sepuluh adalah satu. Sangat mudah,” tambahnya. Walaupun begitu, hacktivist tersebut mencoba merendah. Saat disinggung apakah ia adalah hacker yang ahli, hacktivist itu hanya menjawab bahwa dirinya tidaklah pintar dan tidak bodoh. “Masih ada orang yang lebih pintar dari saya,” ujarnya. Hingga saat ini, Brennan belum memberikan tanggapan apapun terkait kebocoran data tersebut.

Sumber: ciso.co.id

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?