Jenis Penetration Testing, Kenali Sekarang!

Penetration test merupakan salah satu cara yang efektif untuk pembaharuan dalam menjaga keamanan teknologi informasi suatu perusahaan. Implementasi keamanan dalam teknologi informasi tidak dilaksanakan sekali tetapi harus secara berkala dan berkesinambungan sesuai dengan perkembangan zaman.

Oleh karena itu, penetration testing atau pengujian perusahaan penting dilakukan oleh perusahaan. Bagaimana ini bisa penting? Terus ikuti penjelasan berikut ini:

Pentingnya Penetration Testing

Penggunaan teknologi informasi pada pertumbuhan bisnis jaman ini harus dijaga dan didukung oleh Information Security Policy. Ancaman keamanan informasi sangat nyata mulai dari kerusakan yang yang sederhana oleh virus/trojan sampai penggunaan data informasi dapat diakses orang yang tidak berkepentingan dengan data tersebut.

Dalam dunia bisnis yang memang saat ini semua dilandasi oleh teknologi informasi yang dapat diakses mudah dan real-time, tidak dapat dipungkiri membuka celah untuk penyalahgunaan data. Hal ini dapat berdampak bukan hanya finansial tetapi juga non- finansial.

Seperti recovery data yang menggunakan waktu tidak sedikit, dan jauh lebih parah adalah kurangnya kepercayaan konsumen sehingga mengakibatkan loyalitas terhadap perusahaan menurun. Informasi apapun akan didapat jika penanganan security sebuah data itu buruk.

Umumnya, celah security ini tidak tampak begitu saja sebelum tindakan penetration terjadi. Salah satu tindakan yang tepat dalam mengamankan website adalah meminimalkan celah security. Penetration testing menjadi solusi yang tepat untuk mengenali celah security yang ada. Berbagai celah security yang terungkap dapat sesegera mungkin diatasi sebagai upaya mengamankan sejumlah informasi.

Metode Penetration Testing

Dalam penetration testing, terdapat sejumlah metode yang digunakan yaitu:

  1. Pengujian Eksternal

Tes penetrasi eksternal menargetkan aset perusahaan yang terlihat di internet. Misalnya aplikasi web itu sendiri, situs web perusahaan, dan email serta server nama domain (DNS). Tujuannya adalah untuk mendapatkan akses dan mengekstrak data berharga.

  1. Pengujian Internal

Pada pengujian internal, penguji dengan akses ke aplikasi di belakang firewall mensimulasikan serangan oleh orang dalam yang berpura-pura jahat . Ini belum tentu maksudnya mensimulasikan ada karyawan nakal. Skenario awal yang umum dapat berupa karyawan yang kredensialnya dicuri karena  serangan phishing .

  1. Pengujian Buta

Dalam tes buta atau blind testing yaitu, seorang penguji hanya diberi nama perusahaan yang menjadi target. Hal ini memberi petugas keamanan pandangan waktu nyata tentang bagaimana serangan aplikasi yang sebenarnya akan terjadi.

  1. Pengujian Buta Ganda

Dalam tes buta ganda atau doble blind testing, personel keamanan tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang serangan yang disimulasikan. Seperti di dunia nyata, mereka tidak akan punya waktu untuk menopang pertahanan mereka sebelum upaya penerobosan.

  1. Pengujian Ditargetkan

Dalam skenario pengujian ditargetkan atau targeted testing, baik penguji dan personel keamanan bekerja sama dan saling menilai pergerakan mereka. Ini adalah latihan berharga yang memberikan umpan balik real-time kepada tim keamanan dari sudut pandang peretas.

Manfaat Penetration Testing

Manfaat Penetration Testing

Perusahaan yang melakukan Penetration Testing akan  mendapatkan sejumlah manfaat sangat berharga, antara lain :

  1. Mengetahui tingkat keamanan informasi yang dimiliki oleh sistem.
  2. Menemukan solusi keamanan yang tepat berdasarkan kelemahan yang ditemukan dalam sistem.
  3. Mendapatkan gambaran jelas mengapa peningkatan tingkat keamanan sistem secara berkala sangat dibutuhkan perusahaan, sehingga dapat mengurangi dampak terjadinya cyber attackdan setiap informasi data bersifat rahasia dapat terjaga.

Baca juga:

Training Penetration Testing

Training Penetration Testing perlu dilakukan agar dapat menjadi suatu perencanaan keamanan sistem yang baik. Berikut tujuan pelaksanaan pelatihan:

  1. Peserta dapat mengetahui kelemahan atau kerentanan sistem Informasi yang terjadi di perusahaan dengan membedah studi kasus pada materi dalam training.
  2. Peserta dapat lebih waspada untuk menjaga keamanaan informasi dikarenakan, peserta dapat melakukan proteksi dini sebelum ancaman pada keamanan itu terjadi.

Pelatihan bisa diikuti oleh peserta sebagai berikut:

  1. Manajer pada bidang IT yang relevan.
  2. Staf IT, dan khususnya staf IT Security.
  3. Professional IT, dan khususnya professional IT Security.
  4. Dosen dan mahasiswa.

Percayakan pelatihan atau training penetration perusahaan Anda kepada kami. Anda bisa menghubungi kami.

Sumber : Itgid.org

Dapatkan update artikel pilihan tentang teknologi informasi dan program training IT hanya di insight and trands itgid.org.

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× Apa yang bisa kami bantu?