Konsumen Tak Tertarik dengan IoT?

Sejak lama, perusahaan-perusahaan di Silicon Valley telah memprediksi bahwa perabot rumah, mulai dari lampu hingga kulkas, akan terhubung ke internet.

Namun, tampaknya masyarakat Inggris masih belum menerima teknologi IoT (Internet of Things) dengan terbuka. Menurut sebuah penelitian baru, terlihat bahwa penjualan perangkat IoT stagnan.

Data dari Deloitte menunjukkan bahwa pengguna perangkat smart home tidak banyak berubah sejak tahun lalu meski manufaktur dan penjual retail berusaha untuk mendorong penjualan.

Telegraph melaporkan, hanya ada sekitar 3 persen rumah di Inggris yang memiliki termostat “cerdas”, naik dari 1 persen dari tahun lalu. Sementara hanya ada sekitar 2 persen rumah yang memiliki sistem lampu yang dikendalikan dengan smartphone, sama seperti tahun lalu.

Angka ini menunjukkan bahwa perangkat smart home gagal menarik perhatian masyarakat. Karena pasar smartphone yang stagnan, perusahaan teknologi berharap agar perangkat IoT akan meningkatkan penjualan. Untuk itulah, perusahaan-perusahaan seperti Samsung, Philips dan LG melakukan investasi besar-besaran di teknologi ini.

Namun, sejauh ini industri IoT sulit untuk berkembang. Nest, manufaktur termostat, alarm kebakaran dan kamera yang terhubung ke internet yang dianggap sebagai perusahaan pemimpin di industri IoT, diakuisisi oleh Google seharga USD3.2 miliar (Rp42,4 triliun) 2 tahun lalu. Namun, ia terus dikecam karena gagal mencapai target penjualan.

riset iot

Riset Deloitte juga menunjukkan rendahnya tingkat adopsi kamera keamanan cerdas dan perangkat smart home. Keduanya hanya memiliki tingkat adopsi 3 persen dan 2 persen. Sebanyak 7 persen responden berencana untuk menggunakan termostat cerdas dan 6 persen responden berencana menggunakan kamera pengawas cerdas.

Namun, angka ini tidak menunjukkan banyak perubahan dari survei yang dilakukan tahun lalu, yang menunjukkan 6 persen responden berencana melakukan upgrade ke termostat cerdas dan 5 persen respondon berencana membeli kamera pengawas cerdas.

Head of Technology, Media and Telecoms Research, Deloitte, Paul Lee mengatakan, saat ini perangkat smart home masih dianggap terlalu mahal dan masih belum memiliki fungsi yang sangat berguna yang akan mendorong masyarakat untuk membelinya.

“Sebagian dari perangkat IoT tidak terlalu laku karena fungsi yang ia tawarkan sangat sedikit,” katanya. “Kemampuan untuk mengatur temperatur di rumah Anda tidak terlalu menarik untuk masyarakat luas dan besar uang yang dihemat tidak terlalu signifikan.”

Lee mengatakan, orang-orang akan mulai menggunakan teknologi smart home ketika harganya mulai turun atau ketika pihak manufaktur menawarkannya sebagai sebuah standar baru. Misalnya, banyak manufaktur TV yang menawarkan berbagai fitur internet pada TV buatan mereka. Hal ini mendorong penjualan smart TV.

Sumber berita: teknologi.metrotvnews.com
Sumber foto: symbio.com

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

Open chat