Laporan dari Toronto: Wejangan Transformasi Digital dari CEO Microsoft

Toronto – Akan seperti apa potret masa depan? Banyak orang mungkin punya pertanyaan serupa. Namun jika hal itu disodorkan kepada CEO Microsoft Satya Nadella, jawabannya sudah jelas: transformasi digital!

Dari visi sang nakhoda Microsoft, transformasi digital merupakan suatu keniscayaan. Ia tak bisa dilewatkan begitu saja. Sebaliknya, justru harus bisa diikuti seberapa pun kencang larinya.

“Transformasi digital bakal mengubah banyak hal, dari perusahaan kecil sampai besar. Dan tak cuma bagi startup di Sillicon Valley,” ujar Satya dalam sambutannya di acara Microsoft Worldwide Partners Conference, di Air Canada Centre, Toronto, Senin (11/7/2016).

Eksekutif keturunan India ini menyatakan, Microsoft sudah memiliki rencana besar terkait transformasi digital. Dan dari ‘perjalanan spiritualnya’ bertemu berbagai partner dari berbagai negara serta para CEO, Satya sampai pada kesimpulan bahwa transformasi digital akan menyentuh empat aspek:

  • Engaged customer (keterlibatan pelanggan)
  • Empower employee (pemberdayaan karyawan)
  • Optimize operation (mengoptimalkan operasional perusahaan)
  • Transformasi produk

Digital outcome inilah yang diinginkan para CEO di seluruh dunia. Dan ketika saya melihat hal ini, saya juga melihat peluang besar di sana,” tukas Satya yang juga belum lama ini berkunjung ke Indonesia.

Peluang yang dimaksud Satya bisa datang dari berbagai bidang dan bagi siapapun yang bisa mengoptimalkannya. Entah itu untuk independent software vendor (ISV), manage service provider, system intregator, solution provider dan lainnya.

Cuma pertanyaannya, bisa atau tidak mereka memanfaatkan peluang tersebut sebagai bagian dari era transformasi digital? Yang pasti, transformasi digital juga berarti lahirnya era perangkat yang selalu terhubung satu sama lain. Mulai dari infrastruktur lampu lalu lintas sampai perangkat elektronik di rumah seperti kulkas atau mesin cuci.

“Dan salah satu manfaat dari transformasi digital adalah untuk mengentaskan hambatan di antara tool produktivitas dengan aplikasi bisnis,” lanjutnya.

Satya kemudian memberi contoh terkait implementasi Office 365 yang disebutnya tak cuma sebagai aplikasi untuk menunjang urusan pekerjaan, tetapi juga dapat mengubah cara kerja penggunanya jadi lebih optimal dan efisien.

“Termasuk aplikasi bisnis Dynamics 365 yang juga bisa digunakan di mana saja, dan bagaimana sebuah aplikasi bisnis digunakan untuk keperluan khusus. Entah itu kebutuhan order, shipment, inventory dan dikelola di cloud,” ia menambahkan.

“Kami di sini tak cuma hadir untuk bikin aplikasi, tapi menciptakan pendekatan platform yang seakan memainkan orkestra dari sebuah proses bisnis,” tegasnya.

Para CEO, Berubahlah!

Selain Satya, panggung utama Microsoft Worldwide Partner Conference juga kedatangan beberapa tamu. Di antaranya adalah Steve Clayton dari EcoLab, perusahaan penyedia layanan dan teknologi air bersih.

Steve banyak bercerita tentang bagaimana perusahaan yang digawanginya tersebut melakukan transformasi digital dalam menunjang operasional bisnis sehari-hari.

Produk Microsoft yang digunakan EcoLab diantaranya adalah Dynamic 365 dan layanan cloud Azure untuk bisa mengontrol dan menjalankan seluruh operasional perusahaan lewat layar komputer ataupun smartphone.

“Termasuk ketika ada masalah kebocoran, kami bisa langsung mendeteksinya dan memberikan solusi penanganannya,” jelas Steve sembari memperlihatkan tampilan sistemnya di layar komputernya.

Tamu berikutnya yang menemani Satya adalah Jeff Immelt, Chairman & CEO General Electric (GE). Kedua eksekutif ini pun berbincang terkait transformasi digital dan berbagi pengalaman Jeff yang sudah bertahun-tahun memperkuat GE.

“Perusahaan industrial pada akhirnya akan menjadi perusahaan digital, itu merupakan keniscayaan yang tak bisa disangkal. Maka itu kami mengucurkan investasi besar untuk perubahan ini, mengubah gaya dan cara kerja tenaga penjual (sales force) ketika berhadapan dengan customer, meningkatkan talenta SDM, teknologi serta ekosistem menjadi bagian penting,” paparnya.

Jeff sangat yakin jika transformasi digital memberi banyak kemudahan bagi perusahaan, mulai dari mengatur rantai pasokan (supply chain), memantau kondisi bisnis di negara lain dari kantor pusat dan memberikan solusi berbeda yang sesuai bagi setiap negara.

“Dan satu hal saran saya kepada para CEO untuk menyongsong era digital: Anda harus berubah. Karena mau tak mau, gaya dari CEO juga akan berubah untuk lebih mengenal operasional perusahaan. Kepemimpinan yang seperti ini yang akan mendorong keberhasilan perubahan,” pungkasnya.

Sumber berita: inet.detik.com
Sumber foto: geekwire.com

Rate this post

Bagikan:

[yikes-mailchimp form=”2″]

× Apa yang bisa kami bantu?