Perusahaan Telekomunikasi Terbesar Kedua di Polandia Diretas

Netia (perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Polandia) mengonfirmasi, kelompok peretas berhasil mencuri sejumlah besar data pelanggan mereka. Peretasan tersebut dialami oleh perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Polandia ini minggu lalu.

Serangan ini menghambat akses ke situs utama Netia hingga tengah malam. Perwakilan Netia, Lidia Marcinkowska menjelaskan, peretas diperkirakan mendapatkan akses ke data sejumlah pelanggan setelah berhasil memasukkan dua formulir kontak pelanggan berbeda pada situs Netia, seperti yang dilaporkan itnews.

Marcinkowska juga menjelaskan, data yang diakses oleh peretas berupa nama pelanggan yang telah mengisi formulir beserta nomor identifikasi pribadi dan nomor rekening mereka. Dia menyebut akan segera menghubungi setiap pelanggan yang datanya diduga telah tercuri. Namun, dia berkata, peretas gagal mengakses dan mencuri password ataupun kode login pelanggan Netia.

Sebuah akun Twitter yang mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut mengunggah tautan ke sebuah situs penyimpanan yang berujung pada database berisi sekitar 14GB data dari Netia. Data tersebut merupakan informasi dari tahun 2014. Ia tersimpan pada database SQL, berisi nama pelanggan, email, alamat rumah, nomor telepon dan informasi lainnya.

Sementara itu, tersedia juga file log besar berisi sesi pengenalan identitas terkait akun pelanggan. Informasi tersebut memungkinkan penyerang untuk mengakses database situs Netia tanpa harus melewati proses autentifikasi dengan menggunakan password pengguna.

Partai Pravy Sektor Ukraina, yang sering kali dihubungkan dengan akun Twitter pengunggah tautan tersebut, membantah keterlibatannya dalam penyerangan Netia. Pravy Sektor menyebut, akun Twitter tersebut palsu dan tidak memiliki hubungan apapun dengan partai.

Hingga saat ini, Netia belum dapat mengonfirmasi apakah file yang diunggah ke internet itu adalah data yang didapatkan dari serangan siber yang mereka alami. Mereka juga belum tahu dari mana serangan ini berasal.

Sumber berita: teknologi.metrotvnews.com
Sumber foto: codingconcepts.biz

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?