Retas Aplikasi Starbucks, Hacker Kantongi Uang Rp1,9 Juta

Hacker kembali berulah. Kali ini, peretas berhasil membobol kartu kredit sejumlah pelanggan Starbucks di wilayah Seattle, Amerika Serikat dan mencuri uangnya.

Aksi tersebut dilakukan dengan cara meretas aplikasi mobile Starbucks menggunakan fungsi auto-load. Sayangnya tidak dijelaskan bagaimana cara hakcer tersebut bisa meretas aplikasi itu.

Hanya saja, sejumlah orang mengaku bahwa uang mereka telah dicuri. Salah seorang pengguna mengatakan telah menerima email bahwa username dan alamat emailnya telah berubah. Parahnya lagi dia juga kehilangan uang sekira USD150 (Rp1,9 jutaan)

“USD50 dari Paypal dan USD100 dari kartu kredit saya,” demikian seperti dikutip Ubergizmo, Selasa (12/5/2015).

Pengguna lainnya bernama Dongsheviks menulis, dirinya diinformasikan pihak bank bahwa ada aktivitas mencurigakan yang terjadi pada rekeningnya.

Meski tidak dijelaskan bagaimana cara hacker tersebut meretas, tetapi pengamat mengatakan mereka mungkin menggunakan cara sederhana yang dinamakan brute force attack. Itu adalah sebuah cara di mana sang peretas mencoba untuk menebak username maupun password untuk mendapatkan akses ke akun pengguna.

Juru bicara Starbucks Maggie Jantzen mengatakan, perusahaan memiliki divisi maupun mekanisme yang fokus memantau sejumlah aktivitas penipuan seperti itu. Dirinya mengklaim akan memastikan setiap pelanggannya aman dan terlindungi.

“Pengguna yang memiliki aplikasi mobile Starbucks kami anjurkan untuk memperbarui password-nya dengan lebih baik,” pungkas Maggie.

 

sumber : techno.okezone.com

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

Open chat