Sistem Penilaian dalam INDI 4.0

Apakah Anda tengah bersiap dalam melakukan transformasi digital menuju Industri 4.0? Jika, iya tentu Anda sudah mengenal INDI 4.0 yang diluncurkan oleh kementerian perindustrian kan? Bagaimana sih penilaian ini dijalankan? Ini dia ulasannya.

Ada dua tahapan metode untuk mengukur indeks kesiapan industri berdasarkan INDI 4.0. Tahap pertama dilakukan dengan metode survei online. Tahap kedua adalah verifikasi kunjungan ke industri untuk mengecek kebenaran data yang telah didisi. Untuk verifikasi lapangan dilakukan oleh para ahli Industri 4.0 pada industri terkait.

Survei online

Survei berisi tujuh set pertanyaan, yaitu satu set pertanyaan mengenai identitas dan karakteristik perusahaan, lima set pertanyaan mengenai lima pilar kriteria INDI 4.0:

  • ▪ Manajemen dan organisasi perusahaan,
  • ▪ Orang dan budaya,
  • ▪ Produk dan layanan pintar,
  • ▪ Penggunaan teknologi pintar,
  • ▪ Operasi pabrik

serta satu set pertanyaan berisi tentang tantangan yang dihadapi industri untuk bertransformasi. Setiap set pertanyaan terdiri dari beberapa pertanyaan yang digunakan untuk menilai masing-masing bidang pada setiap pilar. Total pertanyaan survei ada 33 dan diperlukan waktu kurang lebih 15 menit untuk menyelesaikan survei online.

Validasi dengan pengecekan langsung di industri

Kunjungan industri dilakukan oleh para ahli Industri 4.0 yang berkompeten pada industri terkait. Inti dari kunjungan industri ini adalah untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan yang diisikan pada survei online. Selama kunjungan verifikasi, industri diwajibkan untuk menunjuk pendamping dari perwakilan perusahaan yang telah mengisi formulir survei online atau penggantinya.

Rentang nilai dari INDI 4.0 adalah dari level 0 sampai dengan level 4. Nilai 0 berarti industri belum siap dan nilai 4 berarti industri sudah menerapkan Industri 4.0 di sebagian besar sistem produksinya.

Nilai akhir hasil pengindeksan berupa rata- rata dari nilai setiap pilar. Untuk INDI 4.0 setiap pilar diberi pembobotan:

  • Manajemen dan organisasi : 17,5%
  • Orang dan budaya : 30,0%
  • Produk dan layanan pintar : 17,5%
  • Penggunaan teknologi pintar : 17,5%
  • Operasi pabrik : 17,5%

Nilai setiap pilar merupakan gabungan dari nilai-nilai dari setiap bidang yang ada pada pilar tersebut. Pembobotan pada orang dan budaya diberi nilai yang lebih besar dari pilar yang lain karena di Indonesia, sukses dan tidaknya transformasi perusahaan menuju Indusri 4.0 sangat tergantung dari budaya dan kesiapan dari orang yang nanti akan menjalankan transformasi tersebut.

Gambaran penilian level kesiapan industri berdasarkan INDI 4.0 untuk ke lima pilarnya diringkas berdasarkan level: Level 0 mengambarkan kalau industri belum mengenal Industri 4.0 atau sama sekali belum siap untuk bertransformasi ke Industri 4.0 Level 1 sudah mengenal Industri 4.0 dan mulai mengarahkan pabriknya untuk bertransformasi. Level 2 menunjukkan pabrik sudah memiliki kesiapan sedang untuk bertransformasi, sudah ada dukungan teknologi, manajemen, operasi pabrik ke Industri 4.0. Level 3 menunjukkan pabrik mulai menerapkan Industri 4.0 tetapi belum disemua lini operasi. Untuk level 4 menunjukkan industri sudah menerapkan sebagian Industri 4.0 dan sangat siap untuk bertransformasi ke Industri 4.0 secara masif.

Perlu ditekankan bahwa INDI 4.0 merupakan alat untuk mengukur kesiapan industri untuk bertransformasi, dan bukan merupakan sebuah indeks untuk mengukur tingkat kematangan penerapan Industri 4.0 di industri. Sehingga hasil pengukuran dengan INDI 4.0 sangat tergantung dari kesiapan perusahaan untuk bertransformasi menuju Industri 4.0.

Bagaimana, sekarang Anda sudah tahu kan bagaimana sistem penilaian INDI 4.0 bekerja? Apakah Anda telah melakukan assessment-nya? Jangan ragu untuk menghubungi kami ya!

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

Open chat