Situs Pemerintah Favorit Target Serangan Siber

Fortinet mengumumkan hasil studi terkait dengan penyerangan siber yang dialami pemerintah di seluruh dunia. Studi ini juga menyimpulkan jumlah penyerang siber semakin meningkat, yang menyasar berbagai pihak, tak terkecuali situs dan jaringan pemerintah.

Penelitian ini menyebut, penyerangan terhadap pemerintah dimulai pada peluncuran ancaman lanjutan yang konstan atau advanced persistent threat (APT) kepada pemerintah Ukraina. Kejadian ini bertujuan untuk menjatuhkan dan menghentikan aliran listrik negara tersebut. Selama 2016, persentase pemerintah yang menjadi target sasaran serangan ini, menurut Peta Laporan Resiko tahunan milik Global Risk Consultancy Control Risk, mencapai sepertiga dari 36 persen.

Serangan DDoS menjadi alat yang digunakan untuk menindak pelaku kejahatan seperti pemeras dan teroris digital. Serangan ini hadir dalam berbagai bentuk, beberapa di antaranya bertujuan untuk mengganggu sistem sementara, serta memenuhi sistem dengan permintaan terkait sumber daya seperti bandwidth, ruang penyimpanan, dll.

Skala serangan siber juga mengalami peningkatan signifikan selama satu dekade. Ssatu dekade lalu, tercatat serangan 50 Gbps terjadi dengan fruekuensi satu atau dua kali setahun. Saat ini, serangan tersebut dalam terjadi hampir di setiap minggu.

Serangan siber, umumnya berupa email dalam bahasa asli penerima, berisi dokumen dengan tampilan legal namun telah disisipi malware. Penyerang menciptakan algoritma serupa worm, yang menempel pada perangkat keras seperti flash drive dan hard disk.

Disarankan pemerintah untuk membangun kerangka pelindungan kohesif melalui pendekatan berlapis. Kerangka ini berfungsi untuk menggabungkan kemmapuan keamanan yang tersedia saat ini, dengan teknologi masa depan dan mekanisme pembelajaran untuk dapat menciptakan sistem keamanan lebih baik.

Selain itu, disarankan pula untuk bekerja sama dengan penyedia layanan keamanan untuk membantu memberitahukan saat ancaman terdeteksi. Perusahaan maupun pemerintah juga disarankan untuk membatasi akses flash drive karyawan, mengingat ini menjadi salah satu cara paling sering ditemukan sepanjang penelitian tersebut.

Sumber berita: teknologi.metrotvnews.com
Sumber foto: xyonecybersecurity.co.uk

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

Open chat