Teknik Spamming & Anti-Spamming

Kita sering menggunakan email. Kita juga seringkali mendengar serangan terhadap email. Serangan-serangan terhadap mail box luar biasa beragam dan sangat banyak. Hal ini dapat melanda user di mana pun ia berada.

Spam mail, merupakan hal yang paling sering kita dengar. Bahkan beberapa dari kita mungkin pernah mengalami model serangan semacam ini. Spam mail disebut juga sebagai junk mail atau biasa kita sebut dengan email sampah.

Istilah spam sendiri identik dengan message yang dikirim ke banyak penerima dalam bentuk email. Istilah spam bersinonim dengan unsolicited bulk email (UBE). Definisi dari spam adalah email yang tidak dikehendaki dan dikirim dalam jumlah besar, mungkin saja besar-besaran, dan hal ini sangat mengganggu (karena email box user memiliki kapasitas terbatas berbasis kuota). UBE kemudian berevolusi menjadi UCE (unsolicited commercial email).

Spam mail tidak memiliki manfaat sama sekali. Spam ini mulai muncul pada tahun 1990, mulai dari satu message per hari, beberapa message per hari, bahkan sampai ribuan message per hari. Spam membuat user frustasi, kebingungan, dan jengkel jika mengalaminya. Spammers mengumpulkan email address dari berbagai channel seperti chatroom, website, customer list, atau newsgroup. Spammers juga memanfaatkan berbagai virus yang meraup email address dari form isian buku gratis (ebook), form gratis mp3, atau form game. Semuanya didapatkan juga oleh spammer dengan menjual beli data kepada spammer lain. Banyak juga spam yang dikirim ke email address yang invalid.

Pada umumnya spam dapat dikategorikan menjadi beberapa segmen, diantaranya product, financial, adult, scams, health, internet, sipritual, dll. Contoh jenis spam product misalnya adalah tawaran obat kuat, farmasi murah, dan elektronik murah. Sedangkan spam financial misalnya tawaran investasi di negara lain.

 Teknik Spaming.

Jenis-jenis teknik spamming yang paling sering dilakukan adalah images spam. Teknik ini digunakan hacker untuk menyerang mail server dengan mengirim message dan image (gif dan jpeg) dalam ukuran kecil. Lalu email filtering akan menganggap ini sebagai email biasa sehingga lolos dalam filtering. Bila diterima user, dapat dikatakan bahwa ia merupakan korban spam, karena menerima email yang tidak dikehendaki (UBE).

Teknik kedua adalah blank spam, teknik ini digunakan untuk mengirim spam mail dengan subyek yang penting dan menarik kepada user. Tetapi didalam email tersebut tidak ada konten yang perlu dibaca oleh user. Hal ini juga dapat dikatakan korban spam.

Teknik ketiga adalah blackscatter spam, yang merupakan sisi lain dari email yang di kirim oleh hacker. Tujuannya menarik user untuk membaca. Tetapi dibalik email tersebut terdapat worm dan virus yang tidak disadari oleh user. Bila virus dan worm tersebut telah menginfeksi komputer, user otomatis telah menjadi korban spam.

Anti Spamming.

Untuk mengatasi dan melindungi mail server dari korban spamming dapat dilakukan beberapa langkah oleh administrator jaringan, misalnya melakukan filtering dan refusing spam. Ini termasuk melakukan filtering berdasarkan konten email yang masuk.

Setiap metode antispamming memiliki kelebihan dan kelemahan sekaligus kontroversi. Bila terlalu ketat dalam email filtering, tentu akan merugikan perusahaan/individu itu sendiri. Sebaliknya bila email filtering terlalu longgar, spam mail dapat masuk secara leluasa.

Email merupakan bentuk surat elektronik yang sangat penting bagi perusahaan dan individu yang memilikinya. Namun, ada beberapa email yang tidak kita inginkan (UBE). Hal ini bagi sebagian orang tidak akan mengganggu. Tetapi ada sebagian yang merasa sangat terganggu karena menerima banyak sekali email setiap harinya. Dengan demikian, memasang email filtering merupakan salah satu langkah mencegah masuknya spam. Namun, pasanglah filtering ini dengan bijak dan hati-hati agar tidak memblokir email yang bukan spam.

Sumber artikel: ekurniawan.net
Sumber foto: quikteks.com

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?