Verifikasi Tidak Sepenuhnya Jamin Keamanan Data Konsumen

Keamanan menjadi salah satu faktor yang rentan diserang pelaku kejahatan digital kembali menjadi sorotan masyarakat Indonesia, setelah insiden pembobolan kartu kredit kembali terjadi.

Baru-baru ini, terjadi dua insiden ini yang dialami oleh dua situs e-commerce bertaraf global di Indonesia. Sejumlah pelaku industri ini turut angkat suara terkait insiden ini, salah satunya adalah Presiden Direktur Blue Power Technology (BPT), Lugas M Satrio.

“Kenyamanan dan keamanan menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan di era digital ini. Namun, kedua faktor ini disebutnya tidak dapat ditemukan pada saat yang bersamaan,” kata Lugas kepada Metrotvnews.com.

Rasa aman, jelas Lugas, umumnya tidak diikuti oleh kenyamanan yang dapat dinikmati pengguna, begitu juga sebaliknya. Era digital yang juga diwakili oleh kehadiran situs belanja online diakui Lugas, menawarkan kemudahan dan kenyamanan tersendiri, namun keamanan di bidang ini terkadang terabaikan.

Sistem verifikasi yang diunggulkan pelaku e-commerce Indonesia, belum dapat menjamin keamanan data pengguna sepenuhnya. Keamanan menjadi tantangan yang dapat menggelitik insting manusia untuk menyelesaikan masalah dan mengalahkan rintangan.

Lugas menyebut, untuk dapat menjamin keamanan, tidak hanya dapat dilakukan dengan menerapkan sistem keamanan seperti verifikasi, pelaku industri ini juga harus selalu memperbarui sistem tersebut.

Edukasi yang berkesinambungan, menjadi hal penting dalam menghadapi era digital yang rentan dengan kejahatan siber. Hal ini mengingat perbedaan generasi turut mempengaruhi teknologi yang tersedia.

Mempelajari dan memahami masalah yang dihadapi juga menjadi hal penting lain yang juga perlu diperhatikan dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi bahaya.

Riset yang dilakukan Fireeye menyebut terdapat 12 jenis malware yang menyerang sistem Point of Sale (POS) peritel untuk mencuri informasi kartu kredit pelanggan pada tahun lalu.

Kasus yang ditangani Fireeye pada tahun lalu ini salah satunya adalah kasus serangan malware yang dialami Hyatt Hotel Corps. Kasus ini sempat menarik perhatian masyarakat setelah sejumlah media memberitakan konfirmasi jaringan hotel mewah ini terkait peretasan sistem pembayarannya akibat serangan malware.

Sumber berita: teknologi.metrotvnews.com
Sumber foto: betanews.com

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?