Kejahatan Siber Semakin Canggih, Apa Saja Bentuknya?

Berita mengenai kejahatan siber biasanya bercerita tentang bagaimana seorang hacker mengambil alih akun seseorang atau banyak orang sekaligus, seperti yang terjadi di salah satu situs e-commerce terbesar Tiongkok tahun lalu.

Serangan siber biasanya ditujukan pada para agen pemerintah. Pada hari Minggu lalu, seorang hacker berhasil mendapatkan data dari 30 ribu agen pemerintah AS dan menyebarkan informasi pribadi mereka ke internet. Tapi, tahukah Anda bahwa ada tipe lain dari serangan siber? Inilah beberap fakta tentang serangan siber dari Symantec dan Norton.

1. Ransomware
Ransomware berasal dari kata ransom yang berarti tebusan. Seperti namanya, ia akan “menyandera” file, foto dan media digital korban. Sang hacker lalu akan meminta tebusan pada sang korban jika dia ingin datanya kembali. Saat ini, smartphone dan perangkat wearable semakin marak digunakan. Keduanya banyak menyimpan informasi pribadi sang pengguna. Hal ini membuka peluang baru pada para kriminal siber untuk melakukan serangan ransomware.

2. Spear phishing
Phishing bertujuan untuk mengambil data pribadi korban dengan cara berpura-pura menjadi pihak terpercaya. Symantec dan Norton menyebutkan, terkadang penjahat siber tidak berhenti setelah mereka berhasil membajak akun korbannya. Terkadang, mereka lalu menggunakan akun tersebut untuk memancing korban mereka berikutnya, yaitu teman dan keluarga sang korban. Karena teman dan keluarga akan lebih mungkin mengklik sebuah tautan jika tautan tersebut diunggah oleh seorang teman.

3. Kurang hati-hati
Anda tidak seharusnya memberitahukan password Anda pada siapapun. Meskipun begitu, 22 persen orang tetap memberitahukan password email, media sosial dan akun perbankan mereka pada orang lain. Selain itu, 1 dari 3 orang di dunia tidak menggunakan password atau smartphone mereka.

Sekarang ini, kita mulai memasuki era Internet of Things, yang berarti semakin banyak perangkat cerdas yang saling terhubung dengan satu sama lain. Sayangnya, tidak banyak orang yang peduli akan keamanan dari perangkat tersebut.

4. Hindari rasa terlalu percaya diri
Symantec dan Norton menemukan bahwa sebagian besar orang merasa percaya diri dengan tindakan keamanan yang mereka ambil untuk menjaga keamanan saat mereka sedang menjelajah internet. Tetapi, ditemukan bahwa sebagian besar pengguna bahkan tidak melakukan tindakan pengamanan yang paling mendasar seperti penggunaan password.

5. Teknik kejahatan siber yang semakin banyak
Di dunia bisnis, ada satu penyerangan siber yang disebut dengan whaling alias penangkapan ikan paus. Dalam teknik ini, sang penjahat siber biasanya mengatasnamakan pegawai senior perusahaan untuk melakukan penipuan melalui email. Contoh kasusnya adalah saat seorang penjahat siber mengaku sebagai CEO sebuah perusahaan dan mengirimkan email pada sang korban untuk mengirimkan uang dengan segera.

Sumber berita: teknologi.metrotvnews.com
Sumber foto: highway.pk

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?