Membuat kerangka kerja BCM yang Efektif

Berdasarkan Disaster Recovery Preparedness Council di Amerika, 75% organisasi di dunia memandang kerberlanjutan dan pemulihan bisnis sebagai sebuah pilihan, bukan sesuatu yang harus dimiliki. Sebuah langkah yang merugikan mengingat 75% organisasi tanpa BCM gagal di tahun ke tiga mereka. Apalagi di masa ketika bencana sudah terjadi seperti di saat ini, kemungkinan bertahan dan bangkit menjadi semakin sulit.
Apa yang mendasarinya?
Seringkali ini terjadi ketika bisnis berjalan dengan lancar, semua orang sibuk menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Urjensi dalam memiliki langkah-langkah pemulihan dianggap investasi pada sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Namun jika ingin lebih bijak ada banyak sekali ancaman yang dapat mengganggu organisasi, dan BCM dapat membantu organisasi untuk pulih dari hal-hal seperti:
  • Kegagalan bisnis bisnis yang tidak memungkinkan pemulihan
  • Keadaan darurat berbahaya yang mengakibatkan cedera atau kematian
  • Kerugian pendapatan dan kekayaan
  • Kesalahan respons krisis yang berakibat negatif pada bisnis
  • Kegagalan operasi karena kerusakan aplikasi atau pemadaman
Tidak peduli organisasi besar atau kecil, kita semua menginginkan agar tetap dapat berorganisasi bahkan berkompetisi dengan baik bahkan dalam masa-masa tersulit. Bukan tidak mungkin, BCM dapat membantu Anda mencapainya.
Sekarang, bagaimanaya menyususn kerangka BCM yang efektif?
  1. Buat Kerangkakerja BCM yang efektif
  • Penilaian Risiko
Merupakan studi lengkap tentang industri Anda dan identidikasi setiap kemungkinan bencana. Pertimbangkan kerusakan yang dapat diakibatkan dan beri peringkat dari yang paling parah. Gunakan pemahaman menyeluruh dan mendalam untuk setiap risiko beserta data-data pendukungnya.
  • Analisa Dampak
Setelah mengidentifikasi risiko beserta tingkat keparahannya, identifikasi dampak yang dapat terjadi. Area bisnis yang akan terpengaruh dan seberapa lama waktu pemulihan dibutuhkan ingga bisnis dapat berjalan normal. Berpikir secara disiplin dan jelas untuk menentukan proses mana yang kritikal dan mana yang tidak. Dengan demikian, Anda dapat mengalokasikan sumberdaya secara tepat.
  • Metrik
  • Ukur dan bandingkan jumlah risiko yang Anda mililiki dan jumlah risiko yang ada dalam kerangka kerja yang telah siap. Selalu evaluasi secara seksama, namun jangan membuang-buang waktu dalam mengumpulan metrik yang tidak berkontribusi pada keberlanjutan dan pemulihan Anda.
  • Anggaran
Sisihkan sejumlah besar dana untuk menerapkan rencana kritis yang telah Anda identifikasi. Fokus pada aera yang tepat misalnya, pada investasi ststem yang memungkinkan pekerja dapat bekerja dari mana saja atau perangkat keras yang mana, anda tidak dapat berjalan tanpanya.
  • Pemulihan
Setelah sema hal diatas daikumpulkan dan dipahami dengan jelas, tulislah kerangka kerja yang utuh dan dapat dieksekusi. Sebagian besar berbentuk checklist yang berfokus pada langkah-langkah aktual yang dapat dilakukan. Fokus pada bagaimana organisasi Anda dapat mematuhi standar industri selama bencana, dengan alokasi dana yang dapat disesuaikan dengan berbagai situasi.
  1. Uji Kerangkakerja Anda
Uji kelayakan masing-masing strategi dan rencana Anda. Lakukan latihan dari tiap-tiap daftar yang ada. Dari drill lengkap dan walkthrough, lakukan apapun yang dibutuhkan untuk memastikan BCM dapat berfungsi. Tidak melakukan pengunjian merupakan kesalahan terbesar dalam menerapkan BCM.
  1. Tinjau dan Tingkatkan.
Membuat dan menguji saja tidaklah cukup. Seiring waktu kerangka kerja tidak relevan. Status organisasi juga dapat berubah, anggaran mengalami penyesuaian dan masih banyak lagi. Setiap kerangka kerja memerlukan pemeliharaan dan tinjauan berkelanjutan.
  1. Latih, Kelola dan Awasi
Luangkan waktu untuk memastikan staf Anda tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi peristiwa yang tidak terkendali. Dengan karyawan yang tahu apa yang harus dilakukan, proses transisi dan pemulihan akan berjalan dengan jauh lebih lancar. Memiliki tim khusus untuk ini akan membantu Anda untuk selangkah lebih maju, pun dengan nasihat ahli dari luar dari waktu ke waktu.
  1. Rencanakan Adaptasi
Karena bencana merupakan hal yang tak terduga dan tidak diketahui, selalu pahami bahwa risiko tidak selalu sesuai dengan apa yang Anda pikirkan, namun tentunya kerangkakerja yang Anda buat akan membantu Anda. Adaptasi kecil dan kesiapan dalam memanfaatkan sumberdaya secara sesuai mengindikasikan bahwa BCM organisasi Anda telah hidup.
  1. Manajemen Ketahanan untuk kedepan.
Jika ada waktu di mana ketahanan diperlukan, inilah saatnya. Di manapun Anda, menerapkan sistem BCM akan memperkuat posisi masa depan dan menempatkan Anda dalam 25% bisnis yang akan bertahan setelah bencana.
Sumber: bmc blog

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

Open chat