Ubah Kebiasaan dengan Password Anti-Hack


Ibarat kunci rumah atau brangkas begitulah sebuah password dalam sebuah perangkat teknologi. Password adalah pengawal data-data penting dalam sebuah perangkat, baik data pribadi maupun data organisasi.  Data yang ada di komputer atau telepon genggam Anda mungkin atau bisa jadi lebih mahal dibanding perangkat itu sendiri.

Pada era sosial media dan aplikasi seperti sekarang ini, seseorang bisa memiliki banyak sekali akun untuk setiap sosial media atau aplikasi  dan seharusnya setiap akun menggunakan password yang berbeda-beda demi keamanan.

Masalah dan tantangannya adalah tidak mudah mengandalkan ingatan untuk bisa menghafal password yang berbeda-beda di banyak akun sehingga kebanyakan dari kita memilih untuk menyamakan password di semua akun dan perangkat, bahkan di perangkat milik perusahaan. Dapat dimaklumi memang,  namun tidak baik untuk dijadikan sebuah kebiasaan karena risiko kehilangan akan semakin besar. Sekali  kecolongan ya semua hilang.

Ketika ingatan tidak dapat diandalkan,  banyak yang memilih untuk mencatat password sebagai alternatif lain untuk menyimpan password. Ini ide yang bagus, tetapi pertanyaannya adalah di catat dan disimpan dimana? Ada banyak kebiasaan yang kita anggap sepele padahal cara tersebut justru memberi kemudahan bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.

Salah satunya adalah kebiasaan kita untuk memakai sticky note atau catatan kecil untuk menulis user id dan password dan ditempel di meja kerja atau sekitar peringkat. Dengan kebiasaan ini,  hacker ataupun cracker tidak perlu repot-repot untuk melakukan metode tingkat dewa mereka seperti phising atau menaruh malware tertentu karena mereka hanya perlu menyalin atau mengambil gambar dari catatan tersebut. Merekanya tidak repot justru kita sendiri yang akan repot karena harus bertanggung jawab atas kejahatan orang lain.

Nah, mulai sekarang kita harus menjadi mengubah kebiasaan dan membuat kata sandi anti-hack supaya data aman dan semua senang. Berikut tipsnya:

  1. Password haruslah kombinasi huruf, angka dan karakter. Upper dan Lower Case
  2. Jangan simpan di sembarang tempat atau tempat yang mudah di akses publik
  3. Gunakan layanan dompet penyimpan password seperti 1Password yang bisa menyimpan password terenkripsi dan menggunakan master password untuk mengaksesnya. Layanan memiliki keuntungan dimana Anda bisa menyimpan semua password yang Anda miliki dalam satu tempat tanpa harus mengingatnya, cukup mengingat password utama untuk membuka aplikasi tersebut saja.
  4. Rutin mengganti password secara berkala, jangan menggunakan nama personal, tanggal atau apapun yang dapat dipelajari dengan mudah oleh orang lain tentang Anda.
  5. Setelah Anda mulai menentukan kata sandi kuat untuk semua akun Anda, hal paling penting lain yang Anda bisa lakukan untuk melindungi akun-akun itu adalah dengan membuat dua faktor pemeriksaan keaslian atau otentikas

Yuk, menjadi semakin sadar dan pintar untuk menjaga kemanan informasi demi kebaikan Anda dan organisasi.

Baca Juga :

Cyber Security

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

Open chat