Celah Keamanan Terbesar Belanja Online

Situs e-commerce merupakan salah satu sasaran empuk serangan dedemit maya. Namun dari sekian banyak proses yang dilalui, di mana sebenarnya celah terbesar toko online?

Jawabannya adalah dari dari sisi pengguna. Consumer Security Risks Survey yang dilakukan oleh Kaspersky Lab pada tahun 2014 menunjukkan ada sekitar 14% pelaku transaksi online merasa dirinya terkena hack. Survei tersebut dilakukan terhadap sejumlah orang yang melakukan transaksi online di seluruh dunia.

“Kami gak punya data nominal kerugiannya, karena biasanya para korban memang tak mau menyebutkan jumlah kerugiannya,” ujar Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager KLab SEA Indonesia di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Dony juga menyebutkan kalau celah keamanan yang terbesar pada transaksi online itu terletak dari sisi pengguna, bukan dari perusahaan e-commerce. Kalau perusahaan besar tentu sangat aware terhadap security,” tambahnya.

Nah, yang jadi permasalahan adalah tak semua pengguna situs e-commerce itu aware terhadap segi keamanan. Banyak dari mereka yang mungkin tak sadar ada bahaya yang mengancam jika tak mempedulikan sisi ini.

Terutama karena kegiatan ini melibatkan transaksi uang, baik tunai (transfer bank, atau debit) maupun kartu kredit. Dan banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencuri data-data transaksi tersebut.

“Salah satunya menggunakan keylogger, yang bisa merekam hasil ketikan, nomor kartu kredit, masa berlaku kartu, dan CVC — 3 digit nomor keamanan di kartu kredit, misalnya,” tambah Dony.

Untuk itulah, menurut Dony, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika bertransaksi secara online. Yang pertama harus dilakukan adalah, memastikan kalau alamat situs yang dikunjungi sudah benar.

“Dulu kan pernah ada kasus orang yang bikin situs e-banking tiruan, cuma beda huruf k menjadi c,” ujarnya.

Selain itu, pastikan sebelum login, alamat situs adalah https, bukan http. S di sini artinya secure. “Jika nggak ada s-nya, saya nggak tahu lagi deh ada proses apa yang berjalan di background-nya,” pungkas Dony.

Dony pun menganjurkan untuk menginstal software antivirus, yang selalu di-update, untuk menghindari adanya keylogger yang mencuri password, data kartu kredit dan banyak hal penting lainnya.

Sumber berita: detik.com
Sumber foto: az598155.vo.msecnd.net

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?