IT GRC untuk Kelangsungan Bisnis

Governance Risk Compliance atau yang biasa dikenal dengan GRC merupakan sebuah pola kerja yang menyelaraskan IT dengan tujuan mengelola risiko dan memenuhi semua peraturan industri.

Seperti arti namanya, GRC adalah tata kelola, risiko dan kepatuhan. Maksudnya di sini adalah GRC mencakup kepada alat dan proses untuk menyatukan tata kelola di perusahaan. Selain itu, juga berfungsi untuk memanajemen risiko dengan inovasi yang mengadopsi teknologi terbaru.

Banyaknya perusahan bergantung terhadap GRC ini disebabkan untuk mencapai tujuan perusahaan yang andal dan menghilangkan ketidakpastian dalam bekerja.

 

Tiga Aspek Penting GRC

GRC menyangkut kepada tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan. Ketiga hal ini sangat berpengaruh besar untuk kemajuan dan kesuksesan di sebuah perusahaan. Berikut telah penulis rangkum tiga aspek penting dari GRC ini, yaitu:

  1. Tata Kelola

Perusahaan tentunya harus memiliki tata kelola yang baik serta matang. Sebab, ketika suatu perusahaan tidak dikelola dengan baik, maka tingkat produktivitas hingga kelangsungan berdirinya perusahaan tersebut bisa dipertanyakan.

GRC, pada aspek tata kelola berfungsi untuk memberikan serangkaian kebijakan, aturan atau kerangka kerja yang bisa digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis mereka. Lebih lanjut, tata kelola juga mencakup kepada banyak hal, diantaranya: akuntabilitas, kebijakan resolusi konflik dan manajemen sumber daya.

Untuk itu, bagi perusahaan modern yang ingin memiliki bisnis maju dan bergerak dengan grafik naik, tentunya sangat penting untuk mempertimbangkan tata kelola perusahaan hingga matang.

  1. Manajemen Risiko

Berdirinya sebuah perusahaan tentunya tidak bisa dengan mudah. Berjalannya sebuah bisnis pasti memiliki hambatan dan kendala di lapangan. Kendati demikian, perusahaan harus mampu bertahan di situasi ini dengan cara manajemen risiko. 

Manajemen risiko pada GRC ini bertujuan untuk meminimalisir perusahaan terhadap risiko keuangan, keamanan, hukum hingga strategi. Sebab, manajemen risiko yang baik akan membantu bisnis untuk memulihkan risiko yang dihadapinya.

Salah satunya contohnya seperti, perusahaan anda dapat untuk menggunakan penilaian risiko terkait kelemahan keamanan pada sistem komputer, lalu mulai untuk memperbaikinya.

  1. Kepatuhan

Kepatuhan disini dimaksudkan tentang tindakan untuk mengikuti peraturan, hukum dan undang-undang yang berlaku. Selain itu, pada GRC kepatuhan ini juga mencakup terhadap penerapan prosedur untuk memastikan bahwa aktivitas bisnis di perusahaan itu tak menyalahi peraturan.

Contoh sederhana dari kepatuhan menurut GRC ini semisalnya, perusahaan kesehatan tentunya harus patuh terhadap undang-undang yang berlaku seperti HIPAA untuk melindungi privasi pasien.

 

Apa Pentingnya GRC untuk Perusahaan?

Setiap perusahaan tentunya ingin memiliki perkembangan bisnis yang meningkat. Untuk itu, sangat wajib bagi perusahaan memakai pola GRC tersebut untuk memajukan bisnis mereka dan lebih mudah untuk melihat kesalahan supaya segera dievaluasi.

Selain itu dengan menerapkan program GRC, pengambilan keputusan di perusahaan akan lebih baik dan sadar akan risiko yang ada. Lebih lanjut, GRC juga efektif untuk membantu pemangku kepentingan utama di perusahaan untuk menetapkan kebijakan dari banyak perspektif.

Pada program GRC ini, perusahaan juga memiliki keuntungan untuk mampu meningkatkan keamanan siber perusahaannya. Sebab, dengan pendekatan GRC yang terintegrasi, bisnis di perusahaan dapat lebih paham terhadap penggunaan data dan privasi karyawan hingga pelanggannya.

Tentunya, hal tersebut mampu untuk membangun kepercayaan pelanggan dan melindungi bisnis di perusahaan tersebut dari penalti ketidakpuasan pelanggan.

Nah, bagaimana dengan tulisan ini, apakah perusahaan anda siap beralih ke program GRC?

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?