Lima tren konsumen digital sepanjang 2015

Sebuah survei yang dilakukan Accenture mengungkapkan lima tren konsumen global pada tahun ini yang dimuat dalam hasil riset bertajuk Digital Consumer Survey 2015.

Hasil survei di 24 negara termasuk Indonesia dengan 1.000 responden per negara itu menyebutkan bahwa konsumen kini semakin cerdas memilih produk dan layanan digital sesuai kebutuhan yang semakin kompleks.

“Ini kesempatan bagi pelaku dunia usaha untuk memanfaatkan momentum menciptakan produk dan layanan baru guna memenangkan persaingan,” kata Managing Director Products Lead Accenture Indonesia, Prihadiyanto, di Jakarta, Selasa.

Tren pertama, perkembangan teknologi digital telah memicu penduduk seluruh dunia untuk saling terhubung satu sama lain tanpa mengenal usia. Hal ini memunculkan generasi baru bernama screenager.

Perkembangan ini juga terjadi di Indonesia, di mana 93 persen konsumen digital memiliki telepon genggam, dan 77 persen di antaranya menggunakan jenis telepon pintar (smartphone).

Tren kedua, meningkatnya jumlah pengguna teknologi dan layanan digital juga disertai perilaku konsumen yang menginginkan pengalaman digital yang lebih baik.

“Pertumbuhan pengguna digital kian menarik pada investor untuk melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia,” kata Managing Director In Digital Accenture ASEAN, Mohammed Sirajuddeen.

Tren ketiga, konsumen di Indonesia menunjukkan kesediaannya membagikan data pribadi kepada pihak lain secara online. Faktor kepercayaan dinilai sangat krusial dalam mengembangkan industri digital.

Survei Accenture menemukan bahwa 48 persen konsumen digital Indonesia cukup waspada mengenai informasi atau data pribadi. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan presentase secara global.

Tren keempat menggarisbawahi bahwa nama besar sebuah merek tidak cukup memenangkan hati konsumen karena mereka semakin kritis mendapatkan informasi dengan teknologi digital.

“Hampir 90 persen konsumen di Indonesia mencari informasi harian secara online dan mereka semakin kritis terhadap kekuarangan produk dan pelayanan produsen,” kata Prihadiyanto.

Tren kelima, atau yang terakhir dalam survei ini menunjukkan bahwa perkembangan dunia digital membuka kesempatan yang sangat lebar bagi siapa pun yang ingin terlibat dalam industri digital.

“Perusahaan perlu meningkatkan kredibilitas, kepercayaan dan kualitas pengalaman digital bagi konsumen untuk bersaing di ranah kompetisi digital,” ujar dia.

Sumber berita: antaranews.com
Sumber foto: antaranews.com

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?