Pemerintah Seharusnya Buat Platform Smart City

Konsep smart city yang mengetengahkan sebuah tatanan kota cerdas yang bisa berperan dalam memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat, akhir-akhir ini semakin banyak diperbincangkan. Hal ini karena konsep kota pintar dianggap sebagai jawaban untuk pengelolaan sumber daya secara efisien atau dengan kata lain, integrasi informasi secara langsung dengan masyarakat perkotaan.

Terkait kebijakan dan regulasi pemerintah mengenai pembangunan smart city. Megawaty Khie, Vice President and Managing Director SAP Indonesia menyarankan agar pemerintah membuat satu platform yang dapat digunakan oleh semua kota di Indonesia. “Tidak perlu semua kota, mungkin hanya yang masuk top 10. Jadi cukup buat satu platform tapi semua kota bisa mengadopsi teknologi berbasis internet of things (IoT),” ujarnya.

Megawaty juga menjelaskan, apabila hal tersebut dapat terpenuhi maka setiap kota tidak perlu membangun smart city sendiri, karena kebutuhan mendasarnya sama, seperti jalanan, air, sampah, dan lalu lintas. Ditambahkannya Megawaty, idealnya semua bisa dilakukan dalam satu platform. Kemudian, lanjutnya, semua kota apabila ada yang mau bergabung dengan platform tersebut tinggal masuk saja.

“Jadi yang memanage tidak perlu masing-masing kota. Penduduk dalam suatu kota ada berapa, lalu per user tinggal masuk saja ke platformnya. Contoh, satu kota ada 10 juta orang maka bayarnya sesuai dengan jumlah penduduk itu. Akan tetapi, platform yang ada bisa digunakan oleh semua kota sehingga biaya yang dikeluarkan pun tidak terlalu mahal dan masyarakat dapat menikmati teknologi IoT dengan cepat,” tandas Megawaty.

Sumber: ciso.co.id

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?