Rekrut Anak Muda untuk Badan Cyber Nasional

Keberadaan internet memberi kesempatan begitu luas bagi dunia bisnis. Namun di balik itu, terdapat ancaman yang sama besarnya. Seperti serangan cyber yang menjadi ancaman besar di bidang ekonomi.

Melihat kondisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil turut mendukung dibentuknya Badan Cyber Nasional. Menurutnya, sampai saat ini belum ada lembaga yang terintegrasi dalam menangani serangan cyber. “Semoga hasil dari simposium ini, kita dapat menghasilkan kesimpulan yang sama yakni kita membutuhkan sekali badan cyber security,” ujarnya.

“Tapi kita harus memikirkan betul bentuk badan cyber security ini. Jangan sampai seperti badan bentukan kementerian pemerintah yang ada selama ini. Kita harus rekrut anak-anak muda,” tegasnya.

Sofyan beralasan anak muda Indonesia memiliki kecerdasan yang tidak kalah dengan bangsa luar. Jumlahnya pun cukup banyak, potensi ini harus dimanfaatkan untuk badan cyber security.

“Kalau ada yang jadi hacker, dimanfaatkan potensinya. Mereka diberikan beasiswa atau fasilitas yang cukup. Saya pikir mereka akan menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi ketahanan nasional,” terangnya.

Terkait sistem keamanan cyber yang dimiliki pemerintah. Sofyan mengakui sistem keamanan cyber yang dimiliki pemerintah masih tergolong rendah, salah satunya dalam penggunaan email. Ia lantas mengusulkan agar semua lembaga pemerintah mulai menggunakan satu jaringan bersama.

Dengan satu jaringan tersebut, maka komunikasi antar lembaga pemerintah akan semakin aman, terutama dari serangan cyber. “Selama ini tiap lembaga pemerintah memiliki jaringan masing-masing dan menggunakan operator berbeda. Untuk itu saya mengusulkan untuk menggunakan secure goverment line. Dengan satu jaringan membuat lebih aman,” terangnya.

 

Sumber: inet.detik.com

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

Open chat