Snowden Klaim GCHQ Dapat Mengakses Smartphone Secara Ilegal

Edward Snowden kembali membeberkan dokumen rahasia yang ia bocorkan dari NSA kepada publik. Seperti yang dilansir dari BBC Panorama, Snowden mengungkapkan bahwa agensi intelijen Inggris Government Communication Headquarter (GCHQ) memiliki tiga buah program yang dapat mengakses smartphone pengguna tanpa sepengetahuan penggunanya. Akses tersebut menurut Snowden dianggap ilegal karena mencederai hak-hak privasi masyarakat.

Program mata-mata yang dimaksudkan oleh Snowden dinamakan Smurf. Mengambil nama dari tokoh kartun karangan Peyo dari Belgia. Setidaknya ada tiga buah program Smurf yang diutarakan oleh Snowden. Pertama adalah Dreamy Smurf. Sebuah program di mana GCHQ dapat mengakses smartphone dan mampu menghidupkan serta menyalakan telepon tersebut. Program kedua adalah Nosey Smurf. Yaitu sebuah program yang memungkinkan GCHQ untuk mengakses microphone dalam smartphone tersebut dan mendengarkan percakapan yang ada. Adapun program ketiga adalah Tracker Smurf yang memungkinkan GCHQ melacak pengguna smartphone tersebut.

“GCHQ lebih menginginkan smartphone Anda ketimbang pemiliknya,” kata Snowden. Dalam kesempatan itu, Snowden pun menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan padanya oleh Deputi Direktur FBI Mark Giuliano. Snowden mengatakan bahwa dirinya bukanlah seorang pengkhianat, tidak seperti apa yang dituduhkan oleh Giuliano. “Jika saya adalah pengkhianat, saya berkhianat kepada siapa? Saya membukakan rahasia yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Snowden.

Ia pun mengutarakan bahwa informasi yang ia beberkan diberikan pada jurnalis dan masyarakat luas untuk mengetahui kebobrokan NSA. “Saya mengetahui segala bentuk konsekuensi yang ada dan tidak menyesali perbuatan tersebut. Jika saya bertindak lebih lama, tidak dapat dibayangkan apa yang sudah NSA lakukan selama ini,” tegas Snowden. Terkait dengan pembeberan dokumen rahasia tersebut, GCHQ terpaksa harus menarik sebagian anggota inteljiennya dari Rusia dan beberapa negara lain di dunia karena alasan keselamatan.

Juru bicara dari GCHQ pun angkat bicara dengan mengatakan pihaknya tidak akan pernah mempublikasikan rahasia intelijen kepada publik. “Selama ini GCHQ bekerja sesuai dengan aturan legal yang jelas dan tidak menyalahi hak-hak asasi manusia seperti yang tertuang dalam European Convention on Human Rights,” ujar juru bicara GCHQ.

Sumber: ciso.co.id

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?