Hati-hati, Aplikasi Zoom Rentan Diserang Hacker

Tahukah kamu?

Sejak diberlakukannya Work From Home (WFH) di tengah maraknya wabah virus corona (Covid-19), maka pengguna aplikasi Zoom meningkat secara drastis. Namun, perlu diketahui bahwa aplikasi yang tengah naik daun ini berpotensi besar untuk menjadi target peretasan oleh hacker. Maka dari itu, pakar keamanan mendesak pengguna Zoom untuk lebih waspada terhadap kemungkinan bahwa Zoom dan aplikasi serupa dapat diretas.

Apa itu Aplikasi Zoom?

Zoom adalah salah satu platform komunikasi enterprise berbasis cloud paling popular saat ini. Aplikasi ini menawarkan chat, video, konferensi audio, dan opsi untuk mengadakan pertemuan online. Berdasarkan data, saat ini Zoom memiliki sekitar empat juta pengguna.

Dalam kasus Zoom, perusahaan mengumpulkan data tentang pengguna layanan gratisnya, termasuk nama, alamat fisik, alamat email, nomor telepon, jabatan, dan perusahaan. Pakar juga mengatakan bahwa untuk keamanan sebaiknya pengguna mematikan fitur berbagi file Zoom, yang dihidupkan secara default dan berpotensi dapat digunakan untuk menyebarkan malware.

Berhati-hatilah dalam Menggunakan Zoom

Karena semakin banyaknya orang yang bekerja dari rumah dan platform komunikasi daring seperti Zoom yang meledak popularitasnya setelah wabah virus corona, penjahat dunia maya mengambil keuntungan dari lonjakan penggunaan dengan mendaftarkan domain “Zoom” palsu yang berbahaya dalam upaya untuk menipu orang agar mengunduh malware di perangkat mereka.

Ahli menemukan, fitur Zoom tidak diimplementasikan dengan aman. Pengguna secara otomatis dapat bergabung dengan sebuah pertemuan dengan mengklik sebuah tautan. Dan hal ini juga berlaku bahkan ketika Anda tidak lagi memiliki aplikasi Zoom. Kenapa?Karena ketika Anda memasang aplikasi Zoom, aplikasi ini juga akan memasang web server pada komputer Anda untuk menerima ajakan meeting. Masalahnya, bahkan setelah Anda melakukan uninstall pada aplikasi Zoom, server ini tetap ada pada komputer Anda dan bisa memasang kembali aplikasi Zoom tanpa izin pengguna. Itu artinya, untuk memanfaatkan celah keamanan ini, hacker cukup membuat tautan via akun Zoom mereka dan memasangnya pada sebuah situs sebagai iklan untuk mendorong calon korban mengklik tautan pada iklan tersebut.

Menyoroti beberapa risiko privasi yang terkait dengan penggunaan produk Zoom, The Electronic Frontier Foundation (EFF) mengatakan host panggilan Zoom dapat melihat apakah peserta memiliki jendela video Zoom aktif atau tidak untuk melacak jika mereka memperhatikan. Administrator juga dapat melihat alamat IP, data lokasi, dan informasi perangkat masing-masing peserta.

Penting!

Untuk melindungi diri Anda dari ancaman semacam itu, penting agar aplikasi selalu diperbarui, dan waspadai email dari pengirim yang tidak dikenal dan domain mirip yang mengandung kesalahan ejaan. Selain itu, jangan membuka lampiran yang tidak dikenal atau mengklik tautan promosi di email.

Proxsis IT sangat mendukung langkah-langkah kamu untuk menciptakan keamanan bagi perusahaanmu. Kamu siap? Jangan ragu untuk berkonsultasi bersama kami, ya.

Sumber : https://thehackernews.com/

 

Baca Juga : 

Manfaatkan Teknologi Untuk Produktif #Dirumahaja

Jenis Hacker di Dunia Teknologi

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

Open chat