COBIT, TOGAF, dan ITIL, Apa Perbedaannya?

Dalam menjalankan manajemen perusahaan yang sesuai aturan dan tujuan, Anda harus memperhatikan sistem informasi yang telah diterapkan agar penggunaan teknologi dan tata cara kerja dapat seimbang dengan harapan yang ingin dicapai. Sistem informasi yang berjalan tidak aman, tentu tidak hanya akan dapat merusak manajemen kerja perusahaan, tetapi juga dapat merugikan bisnis karena kurangnya keamanan.

Dalam dunia sistem informasi terdapat berbagai istilah yang sering Anda temukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan sistem kerja, antara lain adalah COBIT, TOGAF, dan ITIL. Apakah perbedaan dari ketiga sertifikasi dan pelatihan tersebut? Mari kita bahas satu-persatu!

COBIT

Control Objectives for Information and related Technology (COBIT) merupakan kerangka tata kelola sistem informasi yang telah diidentifikasi, supaya manajer atau IT Audit dapat menyusun strategi IT plan yang tepat, menentukan informasi arsitektur, dan keputusan organisasi untuk mencapai tujuan. Cobit yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan juga secara langsung akan berdampak pada IT users yang bisa memperoleh keyakinan atas kehandalan sistem aplikasi yang digunakan.

Diterbitkan pada tahun 2021, Cobit 5 menjadi kerangka kerja yang berstandar internasional dan digunakan oleh banyak perusahaan. Namun, banyaknya tren baru yang belum termasuk ke dalam Cobit 5, akhirnya menghadirkan Cobit 2019 yang lebih berkembang dan berevolusi serta sesuai dengan panduan terbaru.

Dilansir dari Wikipedia, secara umum COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu:

  1. Perencanaan dan organisasi (plan and organise)
  2. Pengadaan dan implementasi (acquire and implement)
  3. Pengantaran dan dukungan (deliver and support)
  4. Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate)

Jenis pekerjaan yang membutuhkan sertifikasi COBIT tidak hanya pihak yang bertanggung jawab terhadap IT Audit, tetapi juga Manajer dan staf IT dan manajer atau staf bagian lain yang akan dilibatkan dalam kegiatan audit IT dari aspek bisnis dan operasional di institusi keuangan, seperti Chief Information Officer, IT Quality Assurance, Chief Audit Executive, IT Assessor, IT Manager, hingga IT Professional.

 

TOGAF

TOGAF atau The Open Group Architecture Framework telah menjadi framework populer dalam arsitektur perusahaan, karena terdiri dari metodologi dan alat pembantu untuk mengorganisasi dan mengelola teknologi dalam suatu perusahaan.

Tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan, perusahaan bisa menerapkan kerangka kerja yang dibangun dengan standar terbuka secara gratis.

Dengan kerangka yang sudah teruji dan divalidasi oleh banyak organisasi yang tersebar di seluruh dunia, perusahaan Anda juga bisa menggunakan TOGAF bersamaan dengan kerangka kerja manajemen lainnya. Namun, pastikan bahwa organisasi Anda telah memilih kerangka yang akan mengembangkan sistem sesuai dengan yang dibutuhkan oleh organisasi Anda. Dengan menerapkan kerangka kerja TOGAF yang efektif, Anda secara langsung telah menerapkan proses, tata kelola, struktur, yang mendukung peningkatan dalam komunikasi, kolaborasi, serta inovasi yang lebih baik pada perusahaan.

Bagi Anda yang tertarik pada TOGAF, TOGAF memiliki sejumlah kelebihan:

  • Sistematis
  • Fokus pada siklus dan proses implementasi
  • Terdiri dari ragam area teknis arsitektur
  • Melibatkan banyak pihak, terutama industri
  • Menyediakan banyak material referensi

Meski begitu, TOGAF tetap memiliki sejumlah kekurangan, seperti tidak terdapatnya standar untuk seluruh domain dan tidak ada artefak yang dapat digunakan ulang.

ITIL

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library merupakan framework impelementasi ITSM (IT Service Management) yang menjadi pembatas antara perusahaan jasa TI atau sistem informasi dengan bisnis dan kebutuhan pelanggan. ITIL menjadi suatu rangkaian konsep dan strategi pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI) yang diterbitkan di dalam suatu rangkaian buku. Dalam buku tersebut, masing-masing akan membahas suatu topik pengelolaan TI.

Sertifikasi ITIL yang paling dasar dimulai dari IT Foundation, kemudian peserta bisa melanjutkan ke ITIL Expert, hingga ITIL Master. Berlaku secara seumur hidup, peserta yang memenuhi sertifikasi ITIL bisa meningkatkan interaksi antara penyedia layanan TI dengan pengguna secara langsung. Hasil pembelajaran ITIL juga dapat diterapkan untuk memanfaatkan aset yang ada pada perusahaan, dengan mengimbangi perubahan dan perkembangan yang sedang terjadi saat ini. D dunia, setidaknya terdapat berbagai perusahaan IT yang menggunakan ITIL sebagai dasara pedoman internal, antara lain IBM dan Microsoft.

Dilansir dari Techtarget, kerangka kerja ITIL akan mencakup pada beberapa aspek berikut ini:

  1. Service Strategy: Mengetahui tujuan bisnis dan kebutuhan pelanggan dengan menyelaraskan target dan dan keinginan konsumen.
  2. Service Design: Menganalisa praktik produksi kebijakan, arsitektur, serta dokumentasi IT Perusahaan.
  3. Service Transition: Melakukan transisi dengan memberikan saran atau kritik agar administrator IT dapat mengatasi gangguan atau perubahan lingkungan kerja.
  4. Service Operation: Mengelola layanan IT dengan opsi yang telah disesuaikan dengan keperluan dalam harian, bulanan, hingga tahunan
  5. Continual Service Improvement: Menerapkan perbaikan dan pembaruan kebijakan dalam proses ITIL sesuai dengan kerangka kerja yang telah dibuat.

Sekarang sudah tahu kan perbedaannya? Pelatihan mana yang ingin Anda ikuti? Konsultasikan bersama IT Governance Indonesia yang bisa menjadi partner terpercaya untuk Anda mengembangkan profesionalisme di bidang IT. Pelatihan apapun yang ingin Anda terapkan, semuanya dapat disesuaikan dengan target penjualan bisnis Anda, ataupun kemampuan yang ingin Anda tingkatkan untuk mendukung tujuan perusahaan. Anda tertarik? Hubungi kami sekarang dan pesan kursi Anda sebelum terlambat!

 

 

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

Open chat