Start-up, Pemuda, dan Sertifikasi ISO

“Berikan aku 100 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia.”

Perkembangan bisnis startup di Indonesia semakin berkilau alias tumbuh pesat. Sebab, setiap tahunnya ada puluhan perusahaan startup baru yang bermunculan. Hal ini didukung oleh pangsa pasar yang besar dan potensi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 170 juta jiwa.

Di samping itu, daya beli masyarakat juga meningkat seiring dengan naiknya pendapatan perkapita yang turut mempengaruhi perkembangan industri digital. Pengamat ekonomi digital Heru Sutadi mengatakan jumlah startup unicorn di Indonesia akan terus bertambah seiring dengan program 1.000 startup yang dicetuskan pemerintah.

Pesatnya perkembangan ekonomi digital telah mengantarkan lima perusahaan startup Indonesia masuk dalam jajaran unicorn Asia Tenggara atau perusahaan startup yang bernilai di atas USD1 miliar yakni Go-Jek (USD9 miliar), Bukalapak (USD1 miliar), Tokopedia (USD7 miliar), Traveloka (USD4,1 miliar), dan OVO yang baru saja diresmikan oleh Bapak Rudiantara selaku Menteri Kominfo.

Sedikitnya 44 perusahaan startup di Tanah Air tengah bersaing memperebutkan gelar unicorn. Mereka bergerak di bidang teknologi jasa pendidikan (edutech), teknologi jasa konsultasi kesehatan (healthtech) dan teknologi jasa keuangan (fintech).

Puluhan startup lokal tersebut yakni Tanihub, Iruna Elogistics, Cermati, Adskom, Ralali, Picmix, Orami-Bilna, Qraved, Fabelio, Koinworks, Tada Network, Payaccess, Cashlez, Lemonilo, Tees.co.id, Telunjuk.com, Tukangsayur.co, Floweradvisor, Buahhatiku.com, Plazakamera.com, Zahra.org.

Selanjutnya Ideoworks.id, Prosehat, Ahlijasa, Indoproc.com, Femaledaily, Porter, Velospace&Co, Kofera Technology, Excellence.Asia, Happy5, Berrykitchen, Sociabuzz, Jojonomic, Adsvokat, Eva, Ro-cket Pizza Indonesia, Bridestory, MBDC, Evhive, Bareksa, Snapcart, Agate, Modalku.

“Yang Muda Yang Berkarya”, kalimat tersebut agaknya tepat untuk menggambarkan generasi muda millenial Indonesia di era digital ini. Kebanyakan start up ini dikepalai oleh pemuda-pemuda yang mampu menangkap ide kreatif dan inovatif serta peka terhadap kemajuan teknologi. Disadari atau tidak, segala aspek bergerak menuju go online dan anak muda menjadi motor penggeraknya. Berbagai perubahan dibuat generasi muda  Indonesia dengan caranya masing-masing. Prestasi tersebut dibuktikan dengan masuknya nama pemuda-pemudi Indonesia masuk ke dalam daftar terbaru  30 under 30.  Menariknya, ada banyak founder startup digital yang berhasil masuk daftar bergegnsi Forbes. Misalnya pada tahun 2017 ada Adamas Belva Syah Devara (26 tahun) dan Iman Usman (25 tahun), Gibran Huzaifah Amsi El Farizy (27 tahun), Teguh Ariwibowo (27 tahun), Tyovan Ari Widagdo (27 tahun), Try Wibowo (27 tahun), Marshall Pribadi (27 tahun), Christina Suriadjaja (26 tahun).

Pemuda terbukti tidak hanya bisa merencanakan dan merancang ide-ide dan visi “gila” namun juga mampu mengeksekusinya. Mereka tidak sembarang dalam mengembangakan bisnisnya. Mereka mengikuti dan mengambangkan framework dan strategi yang ada. Seperti misalnya Northstar Strategy Metric. ISO juga bukan merupakan barang baru bagi pemuda-pemudi ini.

ISO adalah Internasional untuk Standardisasi (International Organization for Standardization) dan disingkat ISO. ISO adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. ISO awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Meski ISO adalah organisasi nonpemerintah, kemampuannya untuk menetapkan standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya.

Dalam mengembangkan stratup khususnya tekait IT, ISO yang banyak digunakan ialah ISO 27001. ISO ini berhubungan dengan keamanan informasi, juga kerahasiaan sistem informasi perusahaan.  Tentu saja standar ini menjadi penting dan krusial khususnya dalam bisnis yang berlandaskan IT. Maka dari itu trend penerapan ISO 27001 ini semakin meningkat. Utamanya dilakukan oleh startup-start up. Penerapan ISO 27001 akan mencegah penyalahgunaan dan pengubahan informasi.

Tak jarang Proxsis IT dan ITGID bermitra dengan stratup untuk membantu mendapatkan Sertifikasi ISO terkiat Keamanan Informasi, sepert 270001, atau 22301. Juga beragam pelatihan yang akan meningkatkan kompetensi individual maupun team dalam perusahaan agar bisnis berjalan lancar, memberikan pelyanan yang prima terhdap konsumen, dan tentunya juga memberikan sumbangsih nyata bagi Indonesia.

Mereka sudah berkontribusi dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa, apa lagi yang Anda tunggu? Segera hubungi kami melalui whatsapp dan email

Baca Juga : 

http://itgid.org/memahami-iso-270001-panduan-bagi-fintech-p2p-lending/

5 Manfaat BCMS berdasarkan ISO 22301

ITIL dan ISO 20000: Sebuah Perbandingan

 

Bagikan:

Menu

[yikes-mailchimp form=”2″]

×

Powered by WhatsApp Chat

× Apa yang bisa kami bantu?